Remahan.com

Tim Unri Bantu Pengairan Petani Kualu Nenas Kampar

REMAHAN.com - Setelah memfasilitas peningkatan mutu pertanian di Kualu Nenas, Kampar, tim pengabdian Universitas Riau kembali membantu pengairan perkebunan setempat.

Menurut Ketua tim pengabdian Universitas Riau, Dr Padil, MT, kegiatan yang dilakukan adalah pemasangan alat irigasi tetes.

"Alat ini untuk mengairi perkebunan di Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) Kualu Nenas. Sistem ini kami pilih karena memiliki keunggulan untuk mengefisienkan penggunaan air dengan ketersediaannya yang terbatas, namun tetap cukup untuk memenuhi kebutuhan bagi tanaman," kata dosen Fakultas Teknik yang juga Ketua Forum Layanan Iptek bagi Masyarakat Batobo Riau Kepri ini dalam rilisnya yang diterima redaksi Remahan.com, Ahad (8/9/2019).

Dijelaskan Padil, timnya yang melibatkan Dr Iswadi HR, Dr Febli Huda (Fakultas Teknik) serta Ahmad Jamaan, M.Si (FISIP) yang memang telah lama terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di kawasan Kualu Nenas.

Baca: Kecamatan Lima Puluh Pekanbaru Miliki Kampung Literasi

Ia mengatakan, program yang dilakukannya melibatkan sejumlah mahasiswa yang mengadakan kegiatan Kukerta Terpadu di desa ini.

"Persoalan air sering menjadi penghalang untuk tumbuh suburnya tanaman pertanian warga. Apalagi di musim kemarau ini. Dan pemasangan alat irigasi tetes ini sendiri menjadi lebih mudah mengingat tim sebelumya telah memfasilitasi pembuatan sumur bor yang menjadi sumber utama pengairan di lahan pertanian warga," terangnya.

Papar dia, sistem irigasi tetes ini telah menjadi salah satu pilihan untuk mengairi lahan pertanian secara efisien. Dan peralatan pengairan ini terdiri dari pipa utama, pipa pembagi, elbow, dan valve yang digunakan untuk mengairi 10 bedeng yang ada di area perkebunan KEM.

"Pipa utama dan pipa pembagi dipotong sebanyak titik yang diperlukan untuk mengalirkan air ke 10 bedeng tersebut. Air akan mengalir dari tangki penampung air menuju pipa utama lalu pipa pembagi, dengan pengaturan pada valve pipa utama dan valve di setiap bedeng. Air dari pipa pembagi akan menuju selang plastik di sepanjang bedeng. Air akan menetes ke permukaan tanah sehingga tanah akan tetap lembab dan ini akan lebih menghemat pemakaian air, " jelasnya.

Baca: Studi Komparasi Perpustakaan, Pejabat Pemko Padang Kunjungi Dispusip Pekanbaru

Sementara itu Koordinator Desa KKN Integrasi Kualu Nenas 2019, Bima Kumala menilai kegiatan pemasangan sistem pengairan ini menjadi sangat penting untuk meningkatkan hasil panen pertanian warga.

"Diharapkan petani di sini akan terbantu dengan sistem baru dalam pengairan ini. Apalagi selama ini pengairan yang dilakukan oleh petani dilakukan secara manual. Akibatnya, selain tidak efisien, memakan waktu lama, menghabiskan tenaga yang banyak juga tidak terukur mengingat air yang disiramkan tidak dapat dikontrol volumenya. Semoga hasil panen petani nantinya jauh lebih melimpah dibandingkan sebelumnya," kata dia berharap. Rls/Rm

152 0

Artikel Terkait

Bagaimana Kelanjutan Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru? Berikut Penjelasan Kadisdik
Bagaimana Kelanjutan Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru? Berikut Penjelasan Kadisdik

Edukasi

Bagaimana Kelanjutan Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru? Berikut Penjelasan Kadisdik

Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini
Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini

Edukasi

Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini

Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan
Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan

Edukasi

Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan

Artikel Lainnya

Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett
Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett

Edukasi

Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett

Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda
Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda

Edukasi

Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda

Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek
Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek

Edukasi

Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek

Komentar