Remahan.com

Pengolahan Air Minum Tanpa Dimasak Karya Siswa Sukabumi

REMAHAN.com - Mesin pengolah itu disebut Reverse Osmosis (RO). Mesin tersebut bisa menyaring bakteri dan zat berbahaya lainnya yang terkandung di dalam air karena sistem saringan membran yang digunakan memiliki kerapatan pori-pori 1/10 mikron sehingga layak minum.

Pengembangan teknologi tepat guna ini dilakukan oleh sebanyak 18 orang siswa SMK 1 Kota Sukabumi yang didampingi guru pembimbing. Pemanfaatan sarana ini di sekolah tersebut mulai diluncurkan pada Rabu (2/10) lalu dan melayani seitar 2.000 pelajar.

"Mesin ini lebih berguna di masyarakat, misalnya di sekolah," ujar Riki Maulana R (18 tahun), salah seorang pelajar SMK 1 Kota Sukabumi yang ikut merancang mesin tersebut, Kamis (3/10). Para pelajar sebelumnya ke kantin untuk membeli air minum kemasan.

Sementara di sisi lain Kota Sukabumi mengalami krisis atau darurat sampah. Salah satunya dari produksi sampah plastik. Di mana per harinya produksi sampah mencapai sebanyak 175 ton.

Baca: Kecamatan Lima Puluh Pekanbaru Miliki Kampung Literasi

Keresahan ini menjadikan pelajar berinovasi membuat mesin pengolah air minum. Selain semangat mengurangi sampah, penggunaan mesin ini juga menghemat biaya pelajar dalam membeli air minum.

Riki menuturkan, satu orang pelajar membutuhkan satu liter air minum per hari dan harus mengeluarkan biaya Rp 8 ribu. Namun kini dengan sarana ini tidak mengeluarkan uang sepeserpun karena disediakan secara gratis di sekolah.

"Apabila pemerintah sadar akan kebutuhan air, maka sarana ini akan sangat membantu daerah terutama yang sulit air untuk minum," ujar Riki. Di mana warga tidak usah mencari air ke pegunungan melainkan mengolah air yang ada dengan menggunakan sistem R0.

Pelajar lainnya Insan Aziz (17) mengatakan, perakitan mesin ini hanya membutuhkan waktu singkat sekitar 30 menit. Sementara untuk memasang toren penampung air sekitar dua jam.

Baca: Studi Komparasi Perpustakaan, Pejabat Pemko Padang Kunjungi Dispusip Pekanbaru

Biaya untuk merakit mesin ini pun cukup murah hanya Rp 3,5 juta. Sehingga teknologi ini dapat diterapkan di masyarakat.

Kepala SMKN 1 Kota Sukabumi, Saepurohman Udung mengatakan, siswa mengembangkan inovasi teknologi tepat guna yang didampingi guru yakni pemanfaatan air mentah menjadi air siap minum tanpa harus dimasak terlebih dahulu. Sarana ini diluncurkan Rabu (2/10) dengan menyediakan dua toren berkapasitas 1.000 liter per toren.

Saat ini ujar Saepurohman, warga sekolah hanya membawa tumbler untuk mengisinya dari toren yang berkapasitas 1.000 liter. Sehingga air bersih di sekolah ini menjadi jawaban dari keresahan banyaknya sampah kemasan air minum.

Di mana ungkap Saepurohman, untuk melarang anak-anak membeli air kemasan bukan solusi. Makanya sekolah mendukung inovasi siswa dan menyediakan air minum gratis. "Pelajar membawa alat makan dan minum atau tumbler ke sekolah," imbuh dia.

Baca: Bagaimana Kelanjutan Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru? Berikut Penjelasan Kadisdik

Selain itu mereka membawa alat shalat dan Alquran dan menghapal ayat Alquran satu ayat per harinya. Selain masalah sampah tertanggulangi karena membawa alat dari rumah lanjut Saepurohman, hal ini juga membantu para pelajar. Di mana mereka bisa menghemat membeli air minum yang per harinya bisa Rp 6.000 hingga Rp 7.000.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah V Jawa Barat Nonong Winarni menyambut positif inovasi teknologi yang dikembangkan siswa SMK 1 Kota Sukabumi. "Teknologi ini sangat membantu dalam menekan penggunaan plastik di sekolah," imbuh dia. Rm

127 0

Artikel Terkait

Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini
Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini

Edukasi

Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini

Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan
Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan

Edukasi

Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan

Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett
Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett

Edukasi

Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett

Artikel Lainnya

Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda
Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda

Edukasi

Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda

Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek
Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek

Edukasi

Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek

Mendikbud Sebut UN Tidak Dihapus
Mendikbud Sebut UN Tidak Dihapus

Edukasi

Mendikbud Sebut UN Tidak Dihapus

Komentar