Remahan.com

Mahasiswa Kukerta Unri di Sungai Apit Diharap Gali Potensi Kampung

REMAHAN.com - Sebanyak 101 mahasiswa Universitas Riau melakukan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak mulai 25 Juni lalu.

Kegiatan mahasiswa ini dibimbing tiga dosen yakni Ahmad Jamaan, Elvis Suanto, dan Yufitriana Amir. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan dan diharapkan bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat, .

"Kukerta adalah sarana mahasiswa menerapkan ilmu yang diperolehnya sembari juga belajar dan berbaur dengan masyarakat kampung secara langsung," kata Ahmad Jamaan selaku dosen pembimbing.

Dijelaskannya pula bahwa Kukerta menjadi alat mempertajam kepedulian dan sensitifitas mahasiswa dalam aksi nyata sesuai keperluan dan kondisi masyarakat lokasi kegiatan.

Terang dosen Fisip ini, dibeberapa kampung, ada sinergi yang terjadi antara dosen yang menjalankan kegiatan pengabdian masyarakat dengan mahasiswa Kukerta. Mahasiswa telah mengidentifikasi potensi dan masalah di kampung, lalu dari kondisi objektif tersebut mereka menyusun program kegiatan. Seperti penerapan teknologi penyulingan air, peningkatan motivasi belajar siswa, pendampingan kesehatan, bimbingan konseling dan juga kegiatan belajar mengajar di luar jam sekolah.

Baca: Studi Komparasi Perpustakaan, Pejabat Pemko Padang Kunjungi Dispusip Pekanbaru

"Mahasiswa juga dapat mengangkat potensi kampung yang masih terpendam dan perlu kebijakan untuk dikembangkan pemerintah. Demikian pula mengangkat potensi yang dapat dimanfaatkan segera.’" ujar dia.

Selain mengidentifikasi, menyerap masalah dan keinginan masyarakat untuk pembangunan, keberadaan mahasiswa Kukerta diharap memberikan gagasan dan pemikiran sebagai solusi masalah.

Hal senada juga disampaikan Elvis Suanto. Menurut dosen FKIP ini, peserta Kukerta diharapkan untuk mampu mengaplikasikan ilmu sembari mencari ilmu namun juga menyesuaikan diri dengan masyarakat kampung.

Dalam sambutannya, Sekretaris Kecamatan Sungai Apit Harlan Winanda Mulya berhadap mahasiswa untuk tidak pelit dalam membagi ilmu dan mencari ilmu. Ia menjelaskan bahwa Sungai Apit memiliki banyak potensi termasuk kawasan pengembangan wisata, kampung adat, kawasan mangrove. Di kecamatan tersebut juga akan dilakukan pencetakan persawahan dan wisata persawahan.

Sebelumnya, saat penyambutan mahasiswa Kukerta di kantor bupati Siak, (25/6) Sekda Siak Tengku Said Hamzah berharap peserta Kukerta dapat melakukan, mengembangkan atau memperbaiki pembangunan sebagai masukan mahasiswa kepada pemerintah.

Baca: Bagaimana Kelanjutan Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru? Berikut Penjelasan Kadisdik

Namun ia mengingatkan mahasiswa untuk menjaga cara berkomunikasi dengan masyarakat karena tiap kampung memiliki perbedaan. Mahasiswa juga diingatkannya agar tidak merasa pintar sendiri, namun mau bergaul dengan masyarakat kampung.

Dalam kesempatan yang sama Koordinator Kukerta Universitas Riau Yustina, ada 7 kecamatan yang menjadi lokasi Kukerta di Kabupaten Siak. Sebanyak 675 mahasiswa didampingi 16 DPL di 54 kampung. Kabupaten Siak sendiri memiliki 121 kampung dan 9 kelurahan.

Untuk di Siak, ada enam jenis Kukerta yang dijalankan tahun ini, yaitu Kukerta Terintegrasi untuk peningkatan kesejahteraan rakyat, Kukerta PUPL yang difasilitasi kementrian, Kukerta Program Kreativitas Mahasiswa, Kukerta Revolusi Mental, Kukerta Pengabdian Masyarakat dan Kukerta Tematik. Perioritas Kukerta PUPL tahun ini adalah pemetaan sarana dan prasarana kesehatan. Rls

175 0

Artikel Terkait

Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini
Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini

Edukasi

Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini

Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan
Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan

Edukasi

Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan

Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett
Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett

Edukasi

Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett

Artikel Lainnya

Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda
Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda

Edukasi

Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda

Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek
Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek

Edukasi

Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek

Mendikbud Sebut UN Tidak Dihapus
Mendikbud Sebut UN Tidak Dihapus

Edukasi

Mendikbud Sebut UN Tidak Dihapus

Komentar