Remahan.com

Buku Jejak Sejarah Indonesia Catat Rekor Terpanjang di Dunia

REMAHAN.com - Sejumlah alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) berinisiatif membuat buku sejarah berdirinya Negara Indonesia. Proses pengumpulan bahan dan diskusi dilakukan selama lebih dari 1,5 tahun. Buku tersebut diberi judul Jejak Sejarah Indonesia.

Para penyusun buku yang menamakan diri Fortuga (Forum Silaturahmi Alumni ITB Angkatan 1973) membawa buku tersebut ke Rumah Budaya, Kratonan Solo untuk dipamerkan, Selasa (27/8). Buku yang jika dibentangkan memiliki panjang 11,73 meter tersebut juga tercatat dalam rekor MURI sebagai yang terpanjang di dunia.

Untuk menyusun buku tersebut para penulis tidak dibayar. Pihaknya hanya membayar biaya percetakan dan desain grafis. Pada terbitan pertama hanya dicetak 1.000 eksemplar, namun jika laku di pasaran akan dicetak lebih banyak. Uang hasil penjualan buku tersebut akan dikembalikan untuk bantuan pendidikan. Ke depan pihaknya juga akan menerbitkan buku yang sama dengan versi bahasa Inggris.

"Ini buku terpanjang di dunia, dicatatkan tahun 2018. Kita pamerkan pertama di Museum Sejarah dekat Monastery, ini yang kedua di Solo," ujar Ketua Tim Penyusun Jejak Sejarah Indonesia Sapta Putra Yadi, Selasa (27/8).

Baca: Kecamatan Lima Puluh Pekanbaru Miliki Kampung Literasi

Menurut Sapta, buku setebal 74 halaman seharga Rp 750 ribu tersebut berisi sejarah singkat berdirinya negara Indonesia. Sebagian besar isi buku ini berupa grafis, foto, dan data berupa angka. Sejarah dimulai dari terbentuknya alam semesta, kondisi alam zaman purbakala, peradaban awal 4.000 sebelum Masehi, kemunculan agrikultur pada abad pertengahan (400-1500 Masehi), era kolonial dan industri (1500-1900), hingga penetrasi teknologi pada era globalisasi (1900-2017).

Sapta menyampaikan, ide pembuatan buku tersebut muncul usai Fortuga memasuki usia 45 tahun. Pihaknya ingin menyumbangkan sesuatu untuk bangsa. Salah satunya adalah dengan menulis buku tersebut. Karena ia menyadari bahwa mempelajari sejarah bangsa sering dilupakan oleh siswa.

"Belajar sejarah itu susah ya, dari SD sampai kuliah selalu tercecer. Tidak ada kita lihat di suatu tempat beruntunnya itu seperti apa sih? Dengan buku ini kita harapkan sejarah bangsa itu tidak tercecer. Kita kaitkan juga dengan sejarah dunia. Jadi kita tahu di Indonesia sedang terjadi apa, di dunia sedang terjadi apa itu kelihatan," katanya.

Sehingga muncul ide membuat buku tersebut. Dibuat panjang agar menarik khususnya bagi kalangan muda, dan kami susun dalam lini waktu. Karena tim penyusunnya bukan para ahli menulis, maka tidak banyak tulisan dalam buku tersebut. Kendati demikian tidak mengurangi keakuratan informasi sejarahnya.

Baca: Studi Komparasi Perpustakaan, Pejabat Pemko Padang Kunjungi Dispusip Pekanbaru

Dengan memuat lini waktu catatan sejarah secara sistematis, dikatakannya, komposisi isi buku ini lebih banyak diwarnai ilustrasi dan visualisasi berwarna. Semuanya didesain untuk merangkum irisan sejumlah peristiwa penting di dunia yang berkaitan dengan berdirinya Indonesia sejak 6.000 tahun terakhir.

Ketua Yayasan Warna Warni Indonesia Krisnina Maharani Akbar Tandjung mengemukakan, pihaknya memfasilitasi untuk lokasi pameran buku tersebut. Peluncuran buku Jejak Sejarah Indonesia sejalan dengan visi Yayasan Warna Warni untuk mengajak generasi muda mencintai sejarah.

Istri dari politikus senior Golkar itu mengaku terpesona dengan peluncuran buku sejarah itu. Pasalnya, buku itu menuliskan sejarah dari penciptaan alam hingga perkembangan teknologi seperti sekarang.

"Saya sangat tertarik dengan buku ini. Sejarah itu penting, sejarah itu seksi. Karena sejarah itu data sebuah peristiwa," pungkas dia. Rm

111 0

Artikel Terkait

Bagaimana Kelanjutan Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru? Berikut Penjelasan Kadisdik
Bagaimana Kelanjutan Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru? Berikut Penjelasan Kadisdik

Edukasi

Bagaimana Kelanjutan Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru? Berikut Penjelasan Kadisdik

Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini
Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini

Edukasi

Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini

Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan
Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan

Edukasi

Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan

Artikel Lainnya

Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett
Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett

Edukasi

Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett

Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda
Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda

Edukasi

Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda

Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek
Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek

Edukasi

Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek

Komentar