Remahan.com

Bocah Usia 9 Tahun Selesai S1 di Universitas Eindhoven

REMAHAN.com - Prestasi Laurent yang tahun ini bakal diganjar ijazah Bachelor dalam usia 9 tahun itu dalam waktu dekat akan masuk Guinness Book of Records sebagai mahasiswa yang pernah lulus strata satu dalam usia termuda.

Menurut Prof. Baltus, pada awal bekerja sama dengan Laurent memang terasa aneh. Namun dengan segera dia menyadari bahwa dia dapat berdiskusi dengan Laurent sebagaimana dengan mahasiswa lainnya, bahkan lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa mahasiswa tertentu.

“Kadang saya lupa bahwa dia masih begitu belia, hingga usia 9 tahun itu muncul ke permukaan manakala dia sampai dua kali menyolder chip belum berhasil juga dengan baik (karena masih anak-anak, red),” terang Baltus.

Seorang anak dengan otak hebat mampu menguasai pengetahuan dengan kecepatan luar biasa itu adalah sesuatu hal yang dapat dijelaskan, misalnya karena faktor memori fotografis. Namun studi yang kini berhasil diselesaikan oleh Laurent menunjukkan bahwa semua itu jauh lebih dari sekedar faktor tersebut.

Baca: Studi Komparasi Perpustakaan, Pejabat Pemko Padang Kunjungi Dispusip Pekanbaru

“Dia mencapai tingkat berpikir solutif di mana banyak mahasiswa dewasa tak pernah sampai ke situ. Kualitas tersebut menjadi semakin penting dalam tahapan kuliahnya saat ini,” imbuh Prof. Baltus.

Laurent hanya membutuhkan waktu kurang dari setahun untuk menyelesaikan S1 di TU/e, sementara mahasiswa dewasa umumnya memerlukan waktu rata-rata 3 tahun. Jika mahasiswa lainnya butuh waktu 8 sampai 12 pekan untuk menguasai satu mata kuliah, Laurent hanya perlu 1 pekan saja.

“Saya mulai kuliah pada bulan Maret dan sekarang tugas akhir saya untuk ijasah Bachelor sudah hampir kelar,” papar Laurent.

Menyongsong wisuda S1 di TU/e nanti, Laurent pun memulai pencarian untuk pendidikan lanjutannya. Kedua orangtuanya kini telah mundur dari pekerjaan mereka demi dapat mendampingi perkembangan Laurent. Kemungkinan mereka harus bolak-balik Eindhoven - Amerika, sebab Laurent tertarik ke California.

Baca: Bagaimana Kelanjutan Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru? Berikut Penjelasan Kadisdik

Laurent lahir di Oostende, Belgia, kemudian bersama orang tuanya pindah ke Amsterdam. Usianya baru 6 tahun ketika dia memasuki sekolah menengah. Untuk meredam kejenuhan, pada usia 7 tahun Laurent telah dibolehkan mengikuti trayek penelitian pada Academisch Medisch Centrum in Amsterdam. Kemudian pada usia 8 tahun dia dinyatakan lulus SMA.

Di sela-sela itu tiap liburan musim panas, Laurent yang memiliki IQ dengan skor 145, mengikuti berbagai kursus bagi anak-anak jenius pada universitas-universitas terkemuka seperti Stanford University dan Fairfield University di Amerika Serikat, lagi-lagi sebagai peserta termuda yang pernah diterima oleh universitas-universitas tersebut.

Meskipun telah mencapai lompatan luar biasa dalam prestasi akademiknya, namun secara emosional Laurent tetaplah anak-anak. Pada tiap akhir pekan dia tidak melakukan apa-apa, melainkan bermain-main dengan anjing neneknya.

Baca: Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini

Manakala dia berbincang-bincang soal anjing, maka nampaklah dia masih anak usia 9 tahun, meskipun kemampuan otaknya sangat hebat.

Laurent juga tidak hidup menyendiri melainkan punya cukup banyak teman, walaupun sebagian besar dari mereka usianya lebih tua dari dirinya. Dia tidak tertarik kegiatan kepramukaan atau masuk klub olahraga. Dari aspek emosional dia tetap masih anak-anak.

“Dia sama keras kepalanya seperti anak usia 9 tahun lainnya jika makan malam tak sesuai dengan seleranya. Dan itu sering banget,” tutur Lydia, ibu kandung Laurent.

“Ada sesuatu tak wajar terjadi dalam otaknya ketika dia masih dalam kandungan. Syukurlah hal itu dalam makna positif,” timpal ayah Laurent, Alexander, seraya tertawa. Rm

132 0

Artikel Terkait

Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan
Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan

Edukasi

Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan

Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett
Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett

Edukasi

Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett

Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda
Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda

Edukasi

Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda

Artikel Lainnya

Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek
Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek

Edukasi

Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek

Mendikbud Sebut UN Tidak Dihapus
Mendikbud Sebut UN Tidak Dihapus

Edukasi

Mendikbud Sebut UN Tidak Dihapus

JK Nilai Jika UN Dihapus, Generasi Muda Jadi Lembek
JK Nilai Jika UN Dihapus, Generasi Muda Jadi Lembek

Edukasi

JK Nilai Jika UN Dihapus, Generasi Muda Jadi Lembek

Komentar