Remahan.com

Berkaca dari Arab Saudi, Menristekdikti yakin Datangkan Rektor Asing Bisa Tingkatkan Mutu Pendidikan

REMAHAN.com - Keinginaan pemerintah merekrut rektor asing sudah mantap meski banyak pihak tak setuju. Bahkan saat ini, Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) sudah mulai berbicara mengenai proses seleksi.

Terang Nasir, wacana mendatangkan rektor asing adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan perguruan tinggi supaya bisa berkelas dunia. Karena itu, agar target itu tercapai maka Nasir mengatakan, calon rektor asing itu akan dipilih yang memiliki networking (jaringan) luas dan rekam jejak yang baik.

“Pertama yang harus kita lihat adalah dia punya networking. Kedua experience (pengalaman) dia dalam mengelola perguruan tinggi seperti apa. Mampukah dia meningkatkan ranking satu perguruan tinggi menjadi lebih baik,” terang Nasir seusai konferensi pers Perizinan Perguruan Tinggi di Kantor Kemenristekdikti, Jakarta, Sabtu (3/8/2019).

Menristekdikti seperti dimuat Sindonews.com meyakini bahwa mendatangkan rektor asing adalah salah satu jalan keluar untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dia berharap, dengan dipimpin rektor asing, maka akan ada perguruan tinggi yang bisa naik peringkat menjadi 200 besar dunia. Mengenai berapa kampus yang akan diisi rektor asing, dia hanya menargetkan ada 2-5 kampus.

Baca: Studi Komparasi Perpustakaan, Pejabat Pemko Padang Kunjungi Dispusip Pekanbaru

Menurut dia, kampus-kampus yang akan diisi rektor asing di negara lain itu bukan suatu barang asing. Dia mencontohkan, di Arab Saudi di kampus King Fahd University of Petroleum and Minerals sebelum tahun 2005 rankingnya di atas 800 besar dunia. Namun, saat ini peringkatnya bisa masuk 500 besar dunia. Ternyata, ungkapnya, naiknya peringkat kampus tersebut karena dosen dan pejabat di kampusnya hampir 40% berasal dari orang asing.

Menurut dia, kampus-kampus yang akan diisi rektor asing di negara lain itu bukan suatu barang asing. Dia mencontohkan, di Arab Saudi di kampus King Fahd University of Petroleum and Minerals sebelum tahun 2005 rankingnya di atas 800 besar dunia. Namun, saat ini peringkatnya bisa masuk 500 besar dunia. Ternyata, ungkapnya, naiknya peringkat kampus tersebut karena dosen dan pejabat di kampusnya hampir 40% berasal dari orang asing.

Mengenai kapan wacana ini terwujud, dia mengatakan, ditargetkan terlaksana pada tahun 2020. Pihaknya juga akan melakukan pemetaan terlebih dulu mana kampus yang tepat. Selain itu juga harus melakukan harmonisasi peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan perguruan tinggi yang terkait dengan keuangan.

“Berilah kesempatan pemerintah untuk mengerjakan ini,” harap Nasir. Rm

56 0

Artikel Terkait

Bagaimana Kelanjutan Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru? Berikut Penjelasan Kadisdik
Bagaimana Kelanjutan Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru? Berikut Penjelasan Kadisdik

Edukasi

Bagaimana Kelanjutan Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru? Berikut Penjelasan Kadisdik

Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini
Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini

Edukasi

Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini

Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan
Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan

Edukasi

Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan

Artikel Lainnya

Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett
Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett

Edukasi

Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett

Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda
Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda

Edukasi

Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda

Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek
Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek

Edukasi

Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek

Komentar