Remahan.com

Anak Buruh Tani Lulus Cumlaude di ITB

REMAHAN.com - Cahyo Widiantoro lulus dari Program Studi Teknik Material (FTMD) dengan IPK Cumlaude, 3.72. Dia pun akan diwisuda pada Wisuda Ketiga ITB Tahun Akademik 2018/2019, Jumat, 19/7/2019, di Gedung Sabuga ITB.

Pada tugas akhirnya, dia mengangkat penelitian tentang “Pengaruh Penambahan Klorheksidin dan Setil Trimetil Amonium Bromida terhadap Sifat Mekanik dan Aktivitas Antibakteri Nanokomposit Gigi Restoratif”.

Siapa Cahyo?

Cahyo merupakan anak terakhir dari dua bersaudara. Kedua orangtuanya berpisah ketika dia masih duduk di bangku TK. Di bawah asuhan sang nenek, Cahyo mengaku belajar tentang disiplin dan selalu bersyukur dalam setiap keadaan.

“Dulu ketika saya minta jajan, nenek selalu menyuruh saya untuk memilih antara jajan atau sekolah. Apabila uang dipakai untuk jajan, berarti tidak ada uang untuk saya bisa bersekolah. Nenek juga mendidik saya untuk hidup mandiri,” cerita Cahyo, seperti dikutip dari laman ITB, Jumat (19/7/2019).

Baca: Kecamatan Lima Puluh Pekanbaru Miliki Kampung Literasi

Cahyo bercerita bahwa keluarga besarnya sebagian besar tidak memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Namun ada satu orang pamannya yang menginspirasi Cahyo memberanikan diri bercita-cita untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya.

Berkuliah di ITB menjadi target mimpi selanjutnya setelah ia lulus dari SMAN 1 Surakarta. “Ketika saya sampaikan kepada ayah keinginan saya untuk berkuliah, ayah tampak berkaca-kaca. Ayah mengaku tidak pernah terbayang akan dapat menghantarkan anaknya untuk berkuliah. Ayah hanyalah buruh yang terbiasa bekerja keras sejak kecil,”ucapnya.

Ayahnya pernah menjadi buruh tani, tukang becak, hingga ikut orang tanpa kepastian upah, dan kini beternak sapi pedaging secara mandiri. Ia selalu ingat pesan ayahnya untuk selalu menjaga diri dan berhati-hati dalam bertindak. Setelah mendapat restu dari orang tuanya untuk kuliah, Cahyo mulai mengurus pendaftaran masuk perguruan tinggi melalui jalur SNMPTN dan mendaftar beasiswa Bidikmisi. Ia pun sangat bersyukur ketika dinyatakan lulus seleksi menjadi mahasiswa Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara di ITB.

“Saya pulang ke Sragen setiap liburan semester. Setiap kembali ke Bandung, orang tua selalu membekali saya dengan satu karung beras. Saya dapat menghemat pengeluaran selama kuliah dengan menanak nasi sendiri,” kata Cahyo.

Cahyo pernah membuka jasa laundry ketika tingkat satu. Di tingkat kedua, Cahyo masuk di jurusan Teknik Material dan aktif di berbagai kegiatan seperti menjadi tutor asrama, asisten dosen, kegiatan unit dan himpunan, serta kepanitiaan lainnya.

Baca: Studi Komparasi Perpustakaan, Pejabat Pemko Padang Kunjungi Dispusip Pekanbaru

Ia mulai mengurangi kesibukan di luar akademik sejak memasuki tingkat ketiga dan empat, dan mulai memperdalam keilmuan dengan mengikuti perlombaan seperti PKM dan karya ilmiah, serta konferensi internasional di Malaysia dan Thailand.

“Gelar sarjana ini saya persembahkan terkhusus untuk kedua orang tua dan keluarga besarku, guru-guru dan para dosen yang dengan sabar membimbing dan membagikan ilmu pengetahuan, teman-teman seperjuangan yang mendorongku menjadi lebih baik, serta rakyat Indonesia yang telah membiayai studi saya selama mengenyam pendidikan,” kata Cahyo.

Lalu apa motivasinya untuk selalu semangat belajar? “Keinginan untuk membanggakan kedua orangtua. Selain itu, lingkungan yang mendukung seperti teman-teman dekat yang selalu menyemangati saya. Jangan lupa untuk mencoba semua kesempatan yang ada di ITB dan di luar ITB. Buatlah timeline dan target selama kuliah agar lebih terarah. Jangan lupa untuk membangun relasi dan pertemanan yang luas,” pesannya. Rm

34 0

Artikel Terkait

Bagaimana Kelanjutan Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru? Berikut Penjelasan Kadisdik
Bagaimana Kelanjutan Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru? Berikut Penjelasan Kadisdik

Edukasi

Bagaimana Kelanjutan Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru? Berikut Penjelasan Kadisdik

Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini
Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini

Edukasi

Geser UGM, UI Perguruan Tinggi Terbaik Tahun Ini

Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan
Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan

Edukasi

Kecamatan dan Kelurahan di Pekanbaru Didorong Segera Miliki Perpustakaan

Artikel Lainnya

Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett
Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett

Edukasi

Seperti Ini Kebiasaan Baca Buku Bill Gates dan Warren Buffett

Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda
Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda

Edukasi

Bocah 3 Tahun dari Malaysia Jadi Anggota Orang Jenius Termuda

Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek
Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek

Edukasi

Wacana Hapus UN, Buya Syafii: Jangan Serampangan, Ini Bukan GoJek

Komentar